Sunday, 23 November 2014

Surat Terbuka Tentang Sophie, Buat Ibu Menteri Susi...


Dear Ibu Menteri Susi,
Beberapa hari ini saya dan para penyelam serta pegiat dan pencinta lingkungan bawah laut serta sejarah dan banyak lagi yang lainnya, ramai-ramai menandatangani sebuah petisi dengan linkhttps://www.change.org/p/bu-susipudjiastuti-jangan-angkat-s… untuk menyelamatkan Sophie Rickmers -sebuah kapal kargo buatan Jerman yang sudah hampir 74 tahun tertidur, dalam gelapnya dasar laut Teluk Pria Laot, Sabang, Aceh.
Aksi ini kami lakukan karena sepucuk surat bertanggal 31 Oktober 2014 yang dilayangkan kepada ibu dari Pemerintah Kota Sabang. Surat yang ditandatangani Walikota Sabang itu berperihal Surat Permohonan Izin Survey dan Rekomendasi Pengangkatan Barang Muatan Kapal Tenggelam -Sophie Rickmers. Jadi, itulah alasan kami membuat petisi dan juga membuat surat terbuka ini. Karena sepertinya, keputusan ada di tangan ibu - apakah memberikan izin mengangkat Sophie atau tidak. Please Bu, tolong selamatkan Sophie.
Kapal kargo Jerman yang dibuat tahun 1917 - 1920 itu tak hanya punya nilai sejarah, Bu. Ceritanya, 10 Mei 1940 silam kapal ini memasuki perairan Teluk Sabang yang kala itu memang menjadi salah satu jalur lalu lintas perdagangan internasional. Tetapi kapal itu hendak dirampas oleh Belanda. Dan daripada berkalang tanah, para kru kapal dengan segala kesadaran, membuka palka dan akhirnya menenggelamkan kapal yang memiliki panjang 134 meter itu. Perlahan-lahan kapal kargo itu akhirnya tenggelam bersama dua terpedonya.
Puluhan tahun di dasar laut membuat Sophie menjadi rumah yang nyaman untuk beragam jenis biota laut, tempat bertumbuh ikan-ikan kecil, tempat bertelur ikan-ikan besar. tempat banyak biota laut berteduh dan berlindung. Pendek kata, Sophie itu ibarat kerajaan kecil bawah laut pada biota laut, Bu. Karena itu pula, Sophie menjadi salah satu spot bagi para penyelam yang bertandang ke perairan Aceh. Keindahan kapal yang telah berubah menjadi kerajaan para biota laut ini sungguh tak bisa dilukiskan. Jika ibu tak percaya, mari menyelam bersama kami di sana, atau jika tidak, ibu bisa melihat beragam foto dan juga videonya di berbagai link yang ada di internet. Ah, semoga ibu tergugah jika sudah melihatnya.
Terus terang Bu, saya harus menunggu 1 hari untuk memulai petisi ini, tapi akhirnya setelah menghubungi beberapa rekan , pukul 6 sore tanggal 16 November 2014 lalu, petisi dengan judul “Bu Susi, jangan angkat Sophie, selamatkan perairan Sabang dan sejarah Indonesia.‪#‎SaveSophie‬ kami gelar di www.change.org. Dan syukur alhamdulillah bu, respon dan dukungan yang luar biasa kami dapatkan dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Semua tidak rela kalau Sophie diangkat atau diambil isinya saja. Karena dia begitu berharga Bu. Tak bisa kami bayangkan jika Sophie dijamah oleh orang-orang yang tak pernah mengenalnya, yang tak menyayangi, yang hanya butuh materi darinya- orang-orang yang serakah. Sampai hari ini, sedikitnya sudah ada 13.488 orang yang menandatangani petisi ini.
Jadi Bu, sekali lagi ingin saya sampaikan, kapal bermesin uap ini bukan saja telah menjadi kerajaan biota laut di perairan Sabang, tapi juga menjadi salah satu tujuan wisatawawan asing dan lokal yang ingin menjajal kemampuan menyelamnya. Beragam jenis ikan, invertebrata dan alga membuat Sophie menjadi surga para penyelam tidak hanya di Aceh, atau Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara. Bisa ibu bayangkan bukan apa yang terjadi, jika Sophie dipaksa untuk meninggalkan tempat tinggalnya saat ini.
Ibu Susi, tolong jangan biarkan anak cucu kita hanya bisa melihat Sophie nantinya di selembar kartu pos. Biarkan dia di sana, biarkan dia menjadi bagian dari perairan laut Sabang. Biarkan dia menjadi salah satu bagian terindah kekayaan laut nusantara. Karena Itu akan jauh lebih baik buat kehidupan di masa mendatang.
Tolong ya Bu.

Salam kompak dari Aceh,
Nuu Husien