Monday, 1 December 2014

"Cegah dan Lindungi Diri, keluarga dan Masyarakat dari HIV/AIDS dalam rangka Perlindungan HAM" #WorldAidsDay

Sampai hari ini aku masih menyimpan photonya, photo yang kuambil waktu dia di rumah sakit bergayut manja sama bapaknya, sebut saja namanya Agus karena dia lahir bulan Agustus.
Aku mengenalnya di salah satu bangsa anak di sebuah rumah sakit pemerintah, kegiatanku yang membuat aku rutin mengunjungi rumah sakit....
Seseorang memberitahukanku kalau ada anak diruang isolasi yang mengalami gizi buruk, aku selalu tersentuh kalau sudah berhubungan dengan anak dan menurutku gizi buruk gak harus dialami anak-anak di negeri ini, di daerah ini...Aceh.
Rutin aku kunjungi karena Agus hanya dengan bapaknya saja, ibunya dinegeri jiran menjadi tkw dan sudah berpisah dengan ayahnya.

Aku juga sering menjaganya kalau Bapaknya harus menebus obat atau keperluan lainnya, Agus diam saja kalau ku ajak bicara, dia hanya meringis kalau kesakitan dan alergi yang hebat menyebabkan kulitnya kasar dan bengkak, dia menggaruk terus. Aku memang tak pernah menyentuhnya karena dia langsung mundur dan menghindar, usianya 5 tahun tapi keliatan seperti anak berusia 2 tahun.
Suatu hari aku tanya bapaknya tentang riwayat Agus ketika aku sedang berkunjung dengan ke ruang anak bareng Aulia dan Aidil. Bapaknya minta saya berbicara dengan dokter, beliau mengantar kami ketemu dokter dan bilang mohon dijelaskan tentang penyakit Agus.
Baru saja sepatah kata  keluar dari mulut dokter, aku minta diulang dan dokter masih mengulang dengan kata yang sama, aku sempoyongan dan minta kursi karena sangat kaget, Aulia dan Aidil pun bengong dan semua gak percaya dengan pendengaran kami....ya, Agus seorang ODHA!

Panjang lebar dokter menjelaskan, aku gak bisa mendengarkan, aku sibuk dengan pikiranku sendiri. banyak yang ingin kulakukan untuk Agus sebelum ini, tentang gizi buruk yang harus dikoreksi, tentang alergi yang pasti sembuh, dia harus tumbuh, dia harus sehat....
Dokter masih menjelaskan kalau alerginya merupakan gejala dari seorang yg terkena HIV/AIDS, Agus selama ini juga demam tinggi dan pernah harus transfusi, aku mencarikan darah untuknya, darah B+, sama sekali tak terpikir dibenakku kalau Agus bukan penderita gizi buruk karena berat badannya dibawah anak normal. Aku tidak bisa terima.

Aku tetap mengunjunginya...pihak rumah sakit sudah periksa bapaknya dan ternyata negatif, kemungkinan Agus terjangkit virus dari Ibunya, tapi sekarang sedang kerja diluar negeri, dan sudah disuruh pulang untuk pengecekan laboratorium.
Setelah beberapa hari tidak berkunjung aku menelephon bapaknya, yang menjawab seorang perempuan dengan suara histeris perempuan yang mengaku ibunya Agus mengatakan, kalau Agus mau dimandikan, dimandikan?? aku masih gak ngerti, ternyata Agus sudah "berpulang" tadi malam dan jenazahnya langsung dibawa ke daerah asalnya. Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un.
Setelah kepergian Agus aku sempat beberapa kali menelephon bapaknya, aku dapat kabar kalau ibunya positif HIV/AIDS, ingin sekali aku mendampinginya, tapi sang ibu masih shock dan gak mau dijumpain siapapun orang yang belum dikenalnya.
Dari Bapak aku dengar cerita kalau ibunya mendapatkan virus itu dari transfusi darah, Usia Agus 1 tahun ibunya hamil lagi dan keguguran yang menyebabkan harus transfusi, sementara Agus masih menyusui....entahlah.
Aku hanya sedih, seorang Agus, bocah 5 tahun terenggut masa depannya karena HIV/AIDS, kita sering menvonis kalau HIV/AIDS itu penyakit akibat "kelakuan'" rasanya terlalu dangkal pemikiran kita. Agus itu tidak berdosa, tidak ada kelakuannya yang menyimpang, tapi dia seorang ODHA.

Serba salah memang, kalau seorang ODHA mengaku dia akan dipandang sebagai pendosa, dalam pergaulan dikucilkan, bahkan dirumah sakit atau di klinik gigi ditolak, akhirnya dia tidak ngaku dan tidak ada yang tau akan menulari siapa.

Hari   ini 1 Desember  2014   yang  diperingati  sebagai Hari AIDS Sedunia mengusung   tema "Cegah dan Lindungi Diri, keluarga dan Masyarakat dari HIV/AIDS dalam rangka Perlindungan HAM" aku hanya ingin mengajak semua untuk waspada HIV/AIDS, siapapun bisa terjangkit dengan cara yang tidak kita ketahui, dan buat sahabat, saudara yang sudah hidup dengan HIV/AIDS semoga tetap tegar dan mau berbagi dengan kita semua. Genggam tanganku  dan kita berjalan bersama.
Semoga Agus tenang disisiNya, Amiin!!!

Buat sahabat yang luar biasa dan buat putri cantiknya, terimakasih....


No comments:

Post a Comment