Wednesday, 3 December 2014

RED BONSAI Spot Diving di Aceh Besar

Diving diseputaran Aceh Besar? Kenapa tidak? Hanya menempuh jarak 20 menit  dari Ulee Lheu kita sudah dapat menemukan spot yang bagus.
Hari itu bersama dengan club selam Banda Aceh Discover Aceh Divers Club (DADC) kami bergerak menuju Pulo Batee yang merupakan salah satu spot yang diberi nama Red Bonsai.
Hemm……… nama yang indah, diambil dari nama salah satu diver asal Medan, dengan tipikal Seafan coral yang khas berwarna merah ketika kena blitz, dan akhirnya kami gabung dengan namanya Bonsai. Jadilah, Red Bonsai menjadi spot yang wajib diselami kalau menyelam di Pulo Batee.
Seperti biasa setiap mau melakukan penyelaman kami mempersiapkan peralatan seperti BCD, Regulator, Fins, Masker dan tabung yang diisi udara 200 bar. Jam 9 tepat semua peralatan selam sudah loading ke dalam boat dengan kapasitas 8 divers, 8 tanks, 1 orang  boatman dan 1 orang kapten.
Yuhuuuu………..Red Bonsai didepan mata, jangkar diturunkan dengan perlahan di tempat yang aman agar tidak merusak karang, divers sibuk memasang peralatan selam sambil membuat joke-joke ringan dan gak sabaran untuk segera nyemplung “akhirnya basah lagi insang ini, nyeletuk salah satu diver disamping saya.
Udi jamil yang merupakan instruktuir selam DADC sebagai pimpinan tim selam kali ini langsung melakukan briefing tentang kedalaman batas maksimum 20 meter, lama penyelaman 60 menit. Dan kami bakal ketemu dengan beberapa biota laut khas Red Bonsai seperti Bumphead Parrotish, Tuttles, Barracuda, Seafan Coral, Moorish Idol, Moray Eel dan lain-lain. Tidak lupa mengingatkan hand signal seperti biasa udara tinggal setengah, tinggal 50 bar, safety stop, dan harus tetap berdampingan dengan buddies.
Sebelum turun sekali lagi saya periksa semua peralatan termasuk camera G10 yang selalu menemani setiap penyelaman. Signal ok yang diperagakan dengan tangan, clear semua posisi….. akhirnya BYUUUR……………..
Kami turun berpasangan sesuai dengan buddy yang ditunjuk, tangan dikepal, ibu jari kebawah merupakan hand signal untuk Diversdown, kami turun perlahan dengan mengosongkan udara dalam BCD . baru beberapa meter turun sudah nampak aktifitas bawah laut yang beragam, Moorish Idol langsung nyembul disela karang dan batu yang tersusun acak, seafan coral…… wah…. langsung menyajikan pemandangan yang menggoda. 
Setiap masuk ke kedalaman aku berulang kali melakukan equalizing untuk menyesuaikan tekanan, semakin ke dalam semakin banyak yang dilihat, schooling barracuda nampak melintas  diatas kami, tidak terlalu banyak tapi lebih dari 30 ekor.
Kami susuri karang yang baru tumbuh, sambil tetap memperhatikan kalau-kalau ada penyu yang lagi diam, kami kurang beruntung hari ini karena tidak menjumpai penyu seekorpun, apakah sudah semakin langka karena perdagangan telurnya untuk dikonsumsi? Miris…
Pemandangan lain yang tersaji adalah beberapa Lion Fish yang sembunyi di sela-sela batu, dengan bulu-bulu yang dikembangkan siap menebar racun kalau di pegang, Terlihat juga seekor Trigger Fish sedang menyantap planton sebagai sarapan paginya, yummi.....

Oya….. satu lagi peraturan selam yang gak boleh dilanggar yaitu jangan pegang apapun, jadi ingat pesan nenek dilihat boleh dipegang jangan.
Tidak terasa sudah 1 jam kami menyelam, perlahan naik ke atas dan di kedalaman 5 meter kami melakukan safety stop selama 3 menit  untuk mengeluarkan nitrogen dalam pemburuh darah.

Akhirnya selesai juga penyelaman kali ini, boatman membantu menarik peralatan kami, cerita tentang keindahan bawah laut Pulo Batee terekam dibenak saya dan para divers dengan kelelahan tapi masih menyisakan cerita, deru mesin boat perlahan menjauh dari Red Bonsai. ***** (lately post)

No comments:

Post a Comment