Diving diseputaran Aceh Besar? Kenapa tidak?
Hanya menempuh jarak 20 menit dari Ulee Lheu
kita sudah dapat menemukan spot yang bagus.
Hari itu
bersama dengan club selam Banda Aceh Discover Aceh Divers Club (DADC) kami
bergerak menuju Pulo Batee yang merupakan salah satu spot yang diberi nama Red
Bonsai.
Hemm………
nama yang indah, diambil dari nama salah satu diver asal Medan, dengan tipikal Seafan coral yang khas berwarna merah ketika kena
blitz, dan akhirnya kami gabung dengan namanya Bonsai. Jadilah, Red Bonsai
menjadi spot yang wajib diselami kalau menyelam di Pulo Batee.
Seperti
biasa setiap mau melakukan penyelaman kami mempersiapkan peralatan seperti BCD,
Regulator, Fins, Masker dan tabung yang diisi udara 200 bar. Jam 9 tepat semua
peralatan selam sudah loading ke dalam boat dengan kapasitas 8 divers, 8 tanks,
1 orang boatman dan 1 orang kapten.
Yuhuuuu………..Red
Bonsai didepan mata, jangkar diturunkan dengan perlahan di tempat yang aman
agar tidak merusak karang, divers sibuk memasang peralatan selam sambil
membuat joke-joke ringan dan gak sabaran untuk segera nyemplung “akhirnya basah
lagi insang ini, nyeletuk salah satu diver disamping saya.
Udi jamil yang
merupakan instruktuir selam DADC sebagai pimpinan tim selam kali ini langsung
melakukan briefing tentang kedalaman batas maksimum 20 meter, lama penyelaman
60 menit. Dan kami bakal ketemu dengan beberapa biota laut khas Red Bonsai seperti
Bumphead Parrotish, Tuttles, Barracuda, Seafan Coral, Moorish Idol, Moray Eel
dan lain-lain. Tidak lupa mengingatkan hand signal seperti biasa udara tinggal
setengah, tinggal 50 bar, safety stop, dan harus tetap berdampingan dengan
buddies.
Sebelum
turun sekali lagi saya periksa semua peralatan termasuk camera G10 yang selalu
menemani setiap penyelaman. Signal ok yang diperagakan dengan tangan, clear
semua posisi….. akhirnya BYUUUR……………..
Kami turun
berpasangan sesuai dengan buddy yang ditunjuk, tangan dikepal, ibu jari kebawah
merupakan hand signal untuk Diversdown, kami turun perlahan dengan mengosongkan
udara dalam BCD . baru beberapa meter turun sudah nampak aktifitas bawah laut
yang beragam, Moorish Idol langsung nyembul disela karang dan batu yang
tersusun acak, seafan coral…… wah…. langsung menyajikan pemandangan yang
menggoda.
Setiap
masuk ke kedalaman aku berulang kali melakukan equalizing untuk menyesuaikan
tekanan, semakin ke dalam semakin banyak yang dilihat, schooling barracuda nampak
melintas diatas kami, tidak terlalu
banyak tapi lebih dari 30 ekor.
Kami susuri karang yang baru tumbuh, sambil tetap memperhatikan kalau-kalau ada penyu yang lagi
diam, kami kurang beruntung hari ini karena tidak menjumpai penyu seekorpun,
apakah sudah semakin langka karena perdagangan telurnya untuk dikonsumsi? Miris…
Pemandangan
lain yang tersaji adalah beberapa Lion Fish yang sembunyi di sela-sela batu, dengan
bulu-bulu yang dikembangkan siap menebar racun kalau di pegang, Terlihat juga seekor Trigger Fish sedang menyantap planton sebagai sarapan paginya, yummi.....
Oya….. satu
lagi peraturan selam yang gak boleh dilanggar yaitu jangan pegang apapun, jadi ingat pesan nenek dilihat boleh dipegang jangan.
Tidak
terasa sudah 1 jam kami menyelam, perlahan naik ke atas dan di kedalaman 5
meter kami melakukan safety stop selama 3 menit untuk mengeluarkan nitrogen dalam pemburuh
darah.
Akhirnya
selesai juga penyelaman kali ini, boatman membantu menarik peralatan kami,
cerita tentang keindahan bawah laut Pulo Batee terekam dibenak saya dan para divers
dengan kelelahan tapi masih menyisakan cerita, deru mesin boat perlahan menjauh
dari Red Bonsai. ***** (lately post)


No comments:
Post a Comment